[Foto] Mbah Harjo, Sosok yang Diviralkan Sebagai Manusia Tertua di Dunia. Usianya Lebih dari Seabad!

www.HorasSumutNews.com – Terbaru Belakangan ini, Harjo Suwito atau Gatot Gentelot banyak memenuhi timeline media sosial. Warga Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar ini menjadi viral disebut sebagai manusia tertua di dunia. Diperkirakan, usianya hampir 200 tahun.

Berikut adalah sosok Harjo Suwito selengkapnya. Ternyata, meski usianya dikabarkan hampir 200 tahun, Mbah harjo, sapan akrabnya, tampak sehat. Ia masih bisa berkomunikasi dengan lancar dengan bahsa Jawa yang dikuasainya. Namuan, pria sepuh ini mengaku sudah tidak mampu berjalan.

Mbah Harjo tinggal di gubuk bambu berukuran 3 x 6 meter persegi dengan lantai tanah. Dindingnya terbuat dari bambu sementara atapnya dibuat dari anyaman daun tebu. Ia tinggal bersama seorang anaknya.

Kediaman Mbah harjo ini terletak di tengah ladang, di area Padepokan Gunung Gedang, di sisi timur lereng Gunung Kelud. Katanya Banyak orang yang suka datang ke rumah Mbah Harjo yang disebut-sebut juga sebagai ‘orang pintar’ ini.

Wartawan detik.com yang mendatangi langsung Mbah Harjo pada Jumat (5/1/2018) sempat bertanya padanya tentang kelahirannya. Mbah Harjo yang mengaku punya 6 istri pun mengatakan sudah tidak ingat. Namuan, ia tahu Gunung Kelud meletus sebanyak enam kali.

Meletusnya Gunung Kelud sendiri terjadi di tahun 1901, 1918, 1951, 1965, 1990, dan terakhir tahun 2014 lalu. Bahkan, pria sepuh ini mengaku lebih tua dari Bung karno.

“Tuwek aku, aku lahir disik. Aku ora weruh Pak Karno lahir taon piro. Tapi aku tau ketemu (Lebih tua saya, saya lahir lebih dulu. Saya tidak tahu Pak Karno lahir tahun berapa, tapi saya pernah bertemu beliau),” ungkap Mbah Harjo.

“Zaman Jepang menangi aku, malah wes rabi (Zaman Jepang menduduki Indonesia, saya alami. Bahkan saya sudah menikah),” imbuhnya.

Berdasarkan catatan kependudukan di Kantor Desa Gadungan, Mbah Harjo lahir pada 1 Juli 1925. Kendati demikian, sang kepala desa yakin bahwa sesepuh desa itu lahir jauh sebelum tahun keliharan yang tercantum di datanya itu.

“Saya tidak yakin data itu benar. Saya justru yakin, Mbah Harjo lahir sebelum tahun 1900. Bisa jadi antara tahun 1880 atau 1890. Karena saat Kelud meletus tahun 1901, beliau sangat gamblang menceritakan situasi desa ini saat itu. Beliau sudah remaja,” kata Kepala Desa Gadungan, Widodo.

Mbah Harjo di desanya itu dikenal seagai sesepuh dan panutan. Disebutkan juga bahwa di masa mudanya, Mbah Harjo punya keahlian menemukan candi atau situs bersejarah di sisi Utara wilayah Kabupaten Blitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *